Minggu, 04 November 2012

Menerapkan IFRS di Indonesia penuh kendala


Menerapkan IFRS di Indonesia penuh kendala
Penggunaan IFRS adalah merupakan tuntutan jaman. Meskipun begitu, IFRS memiliki manfaat bagi investasi di indonesia dengan tingkat komparabilitas yang lebih tinggi dan pengungkapan informasi keuangan yang lebih besar. Menurut Perera dan Baydoun (2007) ada 4 aspek yang dapat menjadi kendala penerapan IFRS di Indonesia, yaitu :
a)      Aspek lingkungan sosial
Dilihat dari aspek lingkungan sosial, IFRS berbeda dengan nilai budaya yang dimiliki oleh negara kita, yaitu nilai budaya berkelompok yang tinggi dan jarak kekuasaan yang juga tinggi. Sedangkan IFRS dikembangkan oleh negara yang memiliki nilai budaya berkelompok yang tinggi dengan jarak kekuasaan yang rendah. Maka disinilah kendala penerapan IFRS.
b)      Aspek lingkungan organisasi
Keadaan ini menjadi kendala untuk penerapan IFRS, karena perusahaan - perusahaan cenderungan pembiayaan masih melalui sektor perbankan. Dapat diartikan bahwa perusahaan menganggap manfaat dari penggunaan IFRS lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan untuk mengadopsi standar tersebut.
c)      Aspek lingkungan Profesi
Profesi akuntan di Indonesia memiliki 4 kategori keanggotaan :
1.    Register A
Anggota dengan gelar akuntan yang juga telah berpraktek selama beberapa tahun atau menjalankan usaha praktek akuntansi pribadi atau kepala dari kantor akuntansi pemerintah.
2.    Register B
Akuntan public asing yang telah diterima oleh pemerintah Indonesia dan telah berpraktek untuk beberapa tahun.
3.    Register C
Akuntan internal asing yang bekerja di Indonesia;
4.    Register D
Akuntan yang baru lulus dari fakultas ekonomi jurusan akuntansi atau memegang sertifikat yang telah dievaluasi oleh komite ahli dan dipertimbangkan setara dengan gelar akuntansi dari universitas negeri. (Yunus, 1990 dalam Perera dan Baydoun, 2007, p.213)
d)      Aspek lingkungan individu.


Daftar Pustaka                                                                                                              
Ashbaugh, H., dan M. Pincus. 2001. “Domestic accounting standards, International Accounting Standards, and the predictability of earnings.” Journal of Accounting Research 39: 417-434.
Ikatan Akuntans Indonesia, 2009, “Standar Akuntansi Keuangan” Salemba Empat, Jakarta.
Li, S., 2008, “Does Mandatory Adoption of International Accounting Standards Reduce the Cost of Equity Capital?” Working Papers, University of Southern California.
Perera, H., dan Baydoun, N., 2007, “ Convergence with International Financial Reporting Standards: The Case of Indonesia.” Advances in International Accounting 20:201-224
http://irdam.blogs.unhas.ac.id/2012/03/penerapan-ifrs-di-indonesia-manfaat-dan-kendala/

0 komentar:

Posting Komentar

 

it's my LIFE. Design By: SkinCorner